Tradisi Buka Luwur 10 Muharram di Kudus, Menghidupkan Nilai Sejarah dan Spirit Keagamaan

Tradisi Buka Luwur 10 Muharram di Kudus, Menghidupkan Nilai Sejarah dan Spirit Keagamaan

Kudus, Connectways – Masyarakat Kudus, Jawa Tengah, kembali melaksanakan tradisi tahunan Buka Luwur pada Hari Asyura, 10 Muharram. Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan dan penghayatan terhadap sejarah serta peninggalan para wali dan ulama semasa masa lalu. Kegiatan ini secara rutin digelar di kompleks makam para wali dan tokoh agama di Kudus, sebagai rangkaian tradisi keagamaan yang sarat makna sosial dan budaya.

Masyarakat dan jamaah mengelilingi komplek makam para wali, lalu melakukan pembacaan do’a dan selawat bersama. Setelah itu, dilakukan proses "buka luwur" yakni pengangkatan kain penutup makam untuk memperlihatkan lakon makam dan menyalurkan doa secara langsung. Tradisi ini diyakini mampu memperkuat spiritualitas serta mengenang jasa para wali yang pernah menyebarkan syiar agama di Kudus.

masjid menara kudus

Foto : Tim tvOne - Galih Manunggal

Kegiatan berlangsung di kompleks makam Sunan Kudus dan sejumlah makam wali lainnya di Kudus, pada pukul 07.00 WIB hingga selesai, bertepatan dengan peringatan Hari Asyura, 10 Muharram 1445 H (Ahad, 6/7/2025). Masyarakat setempat, pengurus makam, tokoh agama, dan pelajar dari berbagai lembaga pendidikan di Kudus, yang berkumpul dan mengikuti rangkaian acara religi tersebut.

Buka Luwur dipandang sebagai momentum untuk mengenang jasa para wali dan memperkuat rasa kebersamaan serta ketakwaan masyarakat. Secara spiritual, tradisi ini diyakini mampu memanjatkan doa bersama agar mendapatkan keberkahan, keselamatan, dan keberhasilan di masa yang akan datang.

Selain pembacaan doa dan selawat, masyarakat juga menjalankan ritual pemandian makam dan ziarah, serta melakukan tahlil untuk almarhum wali. Prosesi ini dilakukan secara khidmat dan penuh rasa hormat, dengan diiringi sejak pagi hari hingga sore hari.

Tradisi Buka Luwur ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan tokoh agama. Mereka berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya dan mempererat tali silaturahim antar umat. Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini juga dipandang sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keislaman dan sejarah lokal sebagai bagian identitas bangsa.

Salah satu dari tokoh agama menyampaikan pesan terkait pelaksanaan tradisi "buka luwur", “Tradisi ini sangat penting sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap jasa para wali yang sudah mengembangkan agama di Kudus. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat ikatan keagamaan dan menjaga kelestarian budaya local. Kami berharap tradisi ini terus berjalan dan diwariskan ke generasi berikutnya.”, ujarnya.


Disunting oleh : Zidni Azmi Zakiyati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemerintah Kota Semarang Buka Magang, Yuk Buruan Daftar!

Penting! Simak Cara Cek Pengumuman Penerima KIP Kuliah 2025 Jalur SNBP dan SNBT

K3Mart Gemparkan Kota Lama Semarang: Surga Belanja Baru dengan Konsep Kekinian